600 Polisi Amankan Pembagian Sedekah Bupati Sampang

Ilustrasi sedekah untuk fakir miskin.
Ilustrasi sedekah untuk fakir miskin. (sumber: Antara/Yusran Uccang)
 



Sedikitnya 600 personel Polisi dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) diterjunkan guna mengamankan pembagian sedekah Bupati Sampang, Jawa Timur, KH Fannan Hasib, di pendopo pemerintah kabupaten setempat, Sabtu (26/7).
Menurut Kapolres Sampang, AKBP Imran Edwin Siregar, ke-600 personel yang diterjunkan itu merupakan gabungan dari berbagai satuan di lingkungan Polres Sampang, seperti Samapta, Satuan Lalu Lintas, Reskrim dan Intelkam Polres Sampang.
"Kami juga dibantu oleh TNI, dan Satpol PP Pemkab Sampang," kata Imran.
Upaya memperketat pengamanan pada pembagian sedekah Bupati Sampang digelar untuk mencegah terjadinya kericuhan dan jatuhnya korban jiwa akibat berdesakan.
Kapolres menjelaskan, pihaknya meminta kepada semua pihak agar sebaiknya melaporkan kepada polisi apabila hendak membagikan sedekah agar tidak terjadi desak-desakan, apalagi hingga menimbulkan jatuhnya korban jiwa.
Jumlah warga Sampang yang diundang menerima sedekah bupati itu sebanyak 2.000 orang. Mereka umumnya adalah para tukang becak, fakir miskin dan anak yatim, serta janda-janda yang telah lanjut usia.
Menurut Fannan, pembagian sedekah itu sebenarnya tidak hanya di Kota Sampang, akan tetapi juga tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, masing-masing sebanyak 300 orang.
Sedekah yang diberikan bupati itu berupa paket sembako dan sejumlah uang. "Jumlahnya sebenarnya tidak seberapa, tapi kami berharap sedekah ini bisa meringankan beban mereka dan bisa dipergunakan untuk merayakan Lebaran," katanya.
Sementara di Pamekasan, pembagian sedekah oleh Bupati Achmad Syafii telah dibagikan Jumat (25/7) malam, namun berlangsung ricuh karena dilakukan tanpa pengamanan dari pihak kepolisian Polres Pamekasan. (www.beritasatu.com)

Komentar

Selamat pagi...