* Dihujani lemparan batu dan disabet Sajam, Senpi polisi dirampas
(Foto: ist)Polsek Palu Selatan
Lima anggota Reskrim (Reserse Kriminal) Polsek Palu Selatan diserang
oleh sekelompok warga Kelurahan Tatanga, dengan menggunakan lemparan
batu dan sejata tajam, Jumat (12/6/2015) sekitar pukul 01.30 WIB.
Akibatnya tiga anggota mengalami luka serius di bagian kepala dan
seorang diantaranya kritis dan mendapat perawatan serius petugas RS Budi
Agung.
Informasi yang dihimpun Lensa Indonesia, peristiwa penyerangan terhadap anggota Reskrim Polsek Palu Selatan ini bermula ketika petugas Polsek Palu Selatan mendapat laporan via HT dari Jatanras Polda Sulawesi Tengah tentang adanya kerumunan warga Kelurahan Tatanga di Jl Ngurah Rai. Entah apa sebabnya, warga melempari setiap mobil yang melintas termasuk kendaraan yang berisi petugas Jatanras dan Patroli Sabhara Polda Sulteng.
Kelompok massa warga Kelurahan Tatanga menyerang menggunakan lemparan batu, parang dan senjata tajam lainnya. Anggota Reskrim Polsek Palu Selatan yang hanya lima orang akhirnya kocar-kacir dan lari menyelamatkan diri. Namun tiga anggota sempat terlibat kontak fisik. Masing-masing Brigadir Made Ojo, Brigadir Gede dan Brigadir Ali.
Brigadir Gede dan Brigadir Ali kepalanya bocor akibat lemparan batu, tapi akhirnya berhasil lolos dari kepungan warga. Namun Brigadir Made Ojo bernasib paling sial. Gara-gara terjatuh, anggota Reskrim Polsek Palu Selatan ini jadi bulan-bulanan warga Kelurahan Tatanga. Kepala belakang, kaki dan tangannya terluka parah akibat bacokan senjata tajam. Tak hanya itu, tubuhnya juga jadi sasaran empuk massa pengeroyok dan Senpi yang selalu dibawanya juga dirampas.
Polres Palu yang mendapat laporan segera mengirimkan bantuan dengan menerjunkan ratusan petugas Dalmas/Sabhara untuk mengevakuasi Brigadir Made Ojo yang terluka parah dan membawa semua petugas yang terluka ke RS Budi Agung.
Saat proses evakuasi itu juga ditemukan Ikhsan (22) warga Suku Kaili, Kelurahan Tatanga, tergeletak tak bernyata di TKP. Belum jelas apa penyebab pemuda ini tewas di lokasi kejadian dan sampai saat ini Polres palu masih melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi kejadian.
Rencananya, penyisiran untuk mencari para pelaku pengeroyokan dan aksi massa yang anarkhis itu akan segera dilakukan petugas Polres Palu dibantu Polda Sulteng, sekaligus mencari informasi penyebab peristiwa yang membuat situasi di lokasi kejadian jadi mencekam tersebut. (http://www.lensaindonesia.com/)
Informasi yang dihimpun Lensa Indonesia, peristiwa penyerangan terhadap anggota Reskrim Polsek Palu Selatan ini bermula ketika petugas Polsek Palu Selatan mendapat laporan via HT dari Jatanras Polda Sulawesi Tengah tentang adanya kerumunan warga Kelurahan Tatanga di Jl Ngurah Rai. Entah apa sebabnya, warga melempari setiap mobil yang melintas termasuk kendaraan yang berisi petugas Jatanras dan Patroli Sabhara Polda Sulteng.
Baca juga: Polda Jabar bekuk 8 anggota geng motor pelaku pengeroyokan polisi dan Anggota polisi dikeroyok, ditelanjangi lalu diarak keliling kota
Mendapat
laporan tersebut, lima anggota piket Reskrim Polsek Palu Selatan lalu
meluncur ke lokasi dengan mengenakan pakaian preman untuk menyamar dan
mencari tahu penyebab tindak anarkhir warga Kelurahan Tatanga. Tapi
kehadiran mereka diketahui massa sehingga bentrok tak bisa dihindarkan.Kelompok massa warga Kelurahan Tatanga menyerang menggunakan lemparan batu, parang dan senjata tajam lainnya. Anggota Reskrim Polsek Palu Selatan yang hanya lima orang akhirnya kocar-kacir dan lari menyelamatkan diri. Namun tiga anggota sempat terlibat kontak fisik. Masing-masing Brigadir Made Ojo, Brigadir Gede dan Brigadir Ali.
Brigadir Gede dan Brigadir Ali kepalanya bocor akibat lemparan batu, tapi akhirnya berhasil lolos dari kepungan warga. Namun Brigadir Made Ojo bernasib paling sial. Gara-gara terjatuh, anggota Reskrim Polsek Palu Selatan ini jadi bulan-bulanan warga Kelurahan Tatanga. Kepala belakang, kaki dan tangannya terluka parah akibat bacokan senjata tajam. Tak hanya itu, tubuhnya juga jadi sasaran empuk massa pengeroyok dan Senpi yang selalu dibawanya juga dirampas.
Polres Palu yang mendapat laporan segera mengirimkan bantuan dengan menerjunkan ratusan petugas Dalmas/Sabhara untuk mengevakuasi Brigadir Made Ojo yang terluka parah dan membawa semua petugas yang terluka ke RS Budi Agung.
Saat proses evakuasi itu juga ditemukan Ikhsan (22) warga Suku Kaili, Kelurahan Tatanga, tergeletak tak bernyata di TKP. Belum jelas apa penyebab pemuda ini tewas di lokasi kejadian dan sampai saat ini Polres palu masih melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi kejadian.
Rencananya, penyisiran untuk mencari para pelaku pengeroyokan dan aksi massa yang anarkhis itu akan segera dilakukan petugas Polres Palu dibantu Polda Sulteng, sekaligus mencari informasi penyebab peristiwa yang membuat situasi di lokasi kejadian jadi mencekam tersebut. (http://www.lensaindonesia.com/)
Komentar
Posting Komentar