Polair Tertibkan Instalasi Listrik KJA Jatiluhur

inilah.com/Zainulmukhtar
 
 Jajaran satuan Polair, Polres Purwakarta dibantu petugas dari PLN rayon Plered menertibkan dan memutus instalasi listrik di rumah jaga keramba Jaring Apung (KJA) yang ada di perairan Waduk Jatiluhur.
Kegiatan ini sengaja dilakukan karena sambungan listrik ke rumah Japung sangat berbahaya. Apalagi, cara mereka menyambungkan aliran listrik dengan menggunakan kabel yang dibentangkan di air.

“Di perairan Waduk Jatiluhur, sedikitnya ada 1000 rumah jaga KJA yang memasang instalasi listrik. Kami baru menertibkan 50 instalasi listrik di KJA yang lokasinya berada di zona 1 dan 2,” ujar Kepala Unit Gakkum Polair, Polres Purwakarta, Brigadir Polisi Suryadi.

Suryadi mengaku, pemasangan listrik yang dilakukan para pemilik KJA ini keliru. Karena, mereka mengambil sumber listrik dari rumah warga yang ada di Kampung Cipariuk, Desa Tajursingdang, Kecamatan Sukatani melalui kabel yang dibentangkan ke air. Hal tersebut, sangat berbahaya, khususnya bagi KJA sendiri.

“Kabel yang membentang itu mengganggu lalu lintas perahu. Kalau kabel tersebut terbawa perahu lalu putus, itu bisa mengancam jiwa mereka,” jelas dia.

Untuk itu, jajarannya akan terus menertibkan dan memutus instalasi listrik di seluruh KJA di lima zona yang ada. Untuk saat ini, yang baru ditertibkan baru zona 1 dan 2. Untuk zona 3-5 rencananya akan dilakukan pekan depan.

“Selain melakukan pemutusan aliran listrik, kami pun mengimbau para pemilik KJA supaya tak lagi memasang aliran listrik melalui air. Kalau mau ada sumber listrik, bisa pakai genset,” saran dia.
Dia menambahkan, pemasangan instalasi listrik yang dilakukan pemilik KJA ini bisa dikatakan illegal. Karena, berdasarkan UU No 30/2009, tentang ketenagalistrikan mereka jelas melanggar.
“UU No 30/2009 Pasal 54 ayat 1 berbunyi, setiap orang yg mengoperasikn instalasi listrik tanpa sertifikat laik operasi sebagaimana pasal 44 ayat 4 terancam hukuman pidana. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda sebesar Rp 500 juta,” pungkasnya. [rni]

Komentar

Selamat pagi...