Polda Metro Perbanyak Rompi Anti Peluru

Peristiwa tertembaknya dua anggota polisi Polda Metro Jaya oleh pelaku pencurian kendaraan bermotor bernama Mayo saat bertugas tengah dievaluasi.


Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan bahwa Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Dwi Priyatna saat ini tengah memesan jaket rompi antipeluru untuk keperluan anggota di lapangan. Beberapa satuan kerja di Polda Metro Jaya yang menjadi prioritas mendapatkan rompi adalah Direktorat Reserse Narkoba, Direktorat Reskrimsus dan Direktorat Reskrimum.

"Kita sudah lakukan pemesanan, ini bukan pertama anggota tertembak dan ini sudah menjadi evaluasi," jelas Rikwanto kepada wartawan, Rabu (28/5).

Lebih lanjut dijelaskan Rikwanto, pengadaan jaket rompi ini agar setiap anggota merasa lebih safety saat terjun ke lapangan melakukan penagkapan atau tugas-tugas berbahaya lainnya. Sementara itu Standar Operasional Prosedural (SOP) saat melakukan tugas juga tengah dievaluasi menyusul tertembaknya dua anggota polisi saat berjibaku dengan pemimpin kelompok curanmor bernama Mayo Senin lalu.

"Aturan teknisnya sudah ada tinggal mematangkan kembali supaya tidak kembali terulang," terang Rikwanto.

Dua tersangka yang masuk dalam kelompok Mayo, F dan AF, menurut Rikwanto juga tidak mengetahui asal muasal senjata yang dipegang pimpinannya itu.

"Kita masih gali terus keterangannya, karena dalam beraksi mereka selalu membawa senjata api. Kelompoknya sendiri ada tujuh orang, kapten atau pimpinannya sendiri ada pada Mayo," tambah Rikwanto.

Aksi terakhir yang dilakukan kelompok Mayo adalah menyatroni rumah milik Perwira TNI AL di Duren Sawit, Jakarta Timur. Korban yang terdiri dari pemilik rumah dan pembantu rumah tangga disekap. Namun, satu korban yakni saudara sang perwira dibacok di bagian tubuhnya.

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Heru Pranoto menambahkan, kelompok ini biasa beroperasi di kawasan Jakarta dan mengkhususkan melakukan perampokan rumah serta kendaraan baik roda dua ataupun roda empat.

"Mereka operasinya menyebar, tapi yang terakhir itu di Jakarta Timur. Kita masih melakukan penyelidikan apakah ada kasus lain yang melibatkan mereka," tambah Heru. (www.gatra.com)

Komentar

Selamat pagi...