Rekan Sering Diserang, Polisi Aljazair Demo

Rekan Sering Diserang, Polisi Aljazair Demo  

Sekitar 300 polisi Aljazair turun ke jalan di ibu kota Aljazair, Aljir, Selasa, 13 Oktober 2014. Mereka menuntut perlindungan karena rekan-rekannya yang bertugas di selatan Kota Ghardaia kerap menjadi korban serangan.

Mengenakan seragam biru tak bersenjata, mereka berjalan tanpa suara di jalan bebas hambatan diiringi hujan lebat. Selanjutnya abdi negara itu masuk ke Kota Aljir dan duduk di depan gedung pemerintahan untuk bertemu gubernur setempat.

"Para sopir yang lalu-lalang membunyikan klakson, sementara masyarakat yang menyaksikan aksi ini bertempik sorak menyambut kehadiran mereka," tulis kantor berita AP.

Para demonstran ini sengaja menggelar aksi untuk menunjukkan solidaritas terhadap rekan-rekan mereka di sebelah selatan Kota Ghardaia, lantaran kerap diserang pasukan keamanan. "Kota ini tempat penyiksaan polisi," kata juru bicara kepolisian, Djilali Boudalia, kepada kantor beritaAPS.

Ribuan polisi dikirim ke Ghardaia untuk menghentikan bentrokan rutin antara rival Berber dan komunitas Arab. Ghardaia terletak di sekitar 600 kilometer dari Aljir, yang dihuni oleh kelompok besar Arab dan komunitas Mozabite Berber yang memiliki sekolah dan bahasa Berber sekolah Islam.

Kawasan ini juga acap menjadi titik panas dalam bentrokan antara kaum Arab dan Mozabite untuk memperebutkan lowongan pekerjaan, rumah, dan tanah. Sejak Desember 2013, sekitar sepuluh orang tewas dan sejumlah toko hangus terbakar akibat bentrokan tersebut.

AL JAZEERA | TEMPO.CO

Komentar

Selamat pagi...