Patut diteladani, Kapolres ini ajak anggotanya rutin shalat berjamaah

"Intinya begini, sama manusia yang nggak bisa apa-apa saja nurut, kita harus lebih nurut sama yang punya hidup yakni Allah SWT," ujar Kapolres.

 Menjadi seorang pemimpin merupakan suatu tanggung jawab besar bagi siapa pun yang mengembannya. Pemimpin juga harus bisa menjadi teladan bagi para bawahannya. Perilaku baik buruknya anggota pun tergantung pada pemimpinnya. Sebuah kisah keteladanan seorang pemimpin yang diceritakan Tatzky Reza Setiawan berikut ini mungkin bisa menjadi contoh.
Suatu ketika, Reza hendak memperpanjang SIM A di Polres Kabupaten Bogor. "Saya terkejut saat saya melihat ruang tunggu antrean untuk foto. Saya melihat Live Music! Ya benar live music dan band dua orang itu bernyanyi lagu-lagu slow," kisah Reza yang dikutip brilio.net dari akun Facebook-nya, Selasa (1/7).
Penampilan live music tersebut membuat Reza terhibur karena kondisi cuaca di sana yang panas serta antrean yang panjang. Lalu tiba-tiba terdengar suara adzan. "Saya pikir adzan biasa, tetapi ada yang berbeda, saya mendengar pengumuman," lanjut dia.
Pengumuman tersebut rupanya ajakan untuk shalat berjamaah untuk warga sekitar. Mendengar pengumuman itu, Reza pun beranjak untuk mengikuti shalat berjamaah. Di musala Polres, shafnya ternyata penuh dan hampir seluruh jamaah berseragam. "Setelah shalat selesai, kejutan tidak berakhir. Ternyata Pak Kapolres Sonny sendiri memberikan tausiyah," kata Reza.
Sebelum menyampaikan tausiyah, sang Kapolres AKBP Sonny Mulvianto Utomo memanggil bawahannya. "Gung (briptu) ke sini!" panggil sang Kapolres kepada Briptu Agung. "Siap komandan," jawab briptu.
"Kenapa kamu ke sini?" tanya AKBP Sonny lagi. "Dipanggil komandan," jawabnya.
"Kenapa kamu nggak bilang 'nanti saja, emang yang gaji saya kamu?'" timpal sang Kapolres melihat bawahannya dipanggil nurut-nurut saja.
"Yang gaji saya masyarakat, Ndan," jawab sang briptu.
"Ya sudah sana kembali."
"Siap Ndan."
Lalu si Kapolres pun melanjutkan tausiyahnya. "Saya ini cuma ditunjuk jadi Kapolres, dan saya pun tidak taukepastian hidup dari Agung itu bagaimana, tapi kenapa dia nurut saya panggil?"
"Intinya begini, sama manusia yang nggak bisa apa-apa saja nurut, kita harus lebih nurut sama yang punya hidup yakni Allah SWT," ujar sang Kapolres.
Di akhir cerita, Reza pun menulis, "Saya doakan bapak menjadi kapolri nantinya, sehingga shalat berjamaah bisa jadi rutinitas seluruh umat Islam anggota polisi di Indonesia."
Semoga keteladanan sang kapolres tersebut bisa menjadi contoh untuk para pemimpin lainnya.
sumber: http://www.brilio.net

Komentar

Selamat pagi...