Bripka Seladi, Potret Polisi Bersahaja

Bripka Seladi

 Bripka Seladi, petugas Satpas SIM di Polresta Malang ini menarik perhatian publik. Sosok Seladi, polisi bersahaja, yang ke kantor bersepeda onthel dan kemudian memulung sampah lepas dinas membuat publik terkagum-kagum.
Di media sosial hingga pemberitaan berbagai media, memuji sosok Seladi yang sederhana dan jujur. Kejujuran dan integritas Seladi bisa dilihat dari kisah yang dituturkannya.
Seladi dalam wawancara pekan lalu menyampaikan, suatu hari ada tetangganya yang mengurus SIM. Si tetangga dengan percaya diri membisiki Seladi. Tak banyak bicara, formulir si tetangga dia kembalikan dan dimintanya tes pekan depan, mengulang, karena dianggap tak lulus.
Seladi bertutur, selama 16 tahun berdinas dirinya menjauhi dan menolak suap. Rezeki halal dia cari bersama istrinya dari memulung sampah. Tak heran kalau kemudian Ketua DPR Ade Komarudin sampai membandingkan Seladi dengan cerita Gus Dur tentang polisi jujur, yakni polisi tidur, patung polisi, dan polisi Hoegeng, eks Kapolri.
Pujian tak hanya datang dari publik, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti juga memuji Seladi.
“Artinya semangat dia untuk tidak menerima suap, semangat dia untuk menambah penghasilan tanpa dengan cara-cara ilegal kita apresiasi,” ujar Badrodin.
Tak cukup Badrodin, Ketua KPK Agus Rahardjo juga memberikan salut untuk Bripka Seladi.
“Mungkin itu patut menjadi pedoman bagi kita,” kata Agus. “Tapi dalam waktu yang bersamaan, patut menjadi penyesalan menjadi kita. Kenapa kita sebagai negara, kenapa kita sebagai pimpinan, tidak bisa mencukupi hidupnya,” ujar Agus.
Fenomena Bripka Seladi tentang polisi bersahaja memang menjadi harapan. Tentu masih banyak Seladi yang lain di kepolisian, yang belum terungkap ke publik. Polisi adalah benteng NKRI, pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Dan harapan bukan hanya pada Seladi, tetapi pada ribuan polisi yang lain.
rel/tribrata

***Tribratanewspoldakalsel/yudha/Bidhumaspolda

Komentar

Selamat pagi...