Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan siap dicopot


Ads by Kiosked
Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan. Foto: Antara

 Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan menyatakan siap dicopot jika dianggap tidak sesuai prosedur dalam penanganan aksi demo yang berujung bentrok antara FPI dengan LSM GMBI, kemarin.
"Silakan copot. Kenapa? Saya tidak apa-apa dibenci oleh seseorang yang penting tindakan saya prosedural," tegas Anton di kantornya, hari ini.

Desakan pencopotan Anton dari jabatannya muncul seturut pecahnya kerusuhan antara massa FPI dan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) sebelum pemeriksaan Habib Rizieq pagi kemarin dan setelah pemeriksaan Kamis sore. Buntut dari kericuhan ini, sejumlah markas GMBI di beberapa daerah di Jawa Barat dirusak orang tak dikenal, bahkan markas GMBI di Bogor dibakar. Tuduhan pelaku perusakan dan pembakaran mengarah kepada FPI.
Mengenai aksi demo kemarin, Anton menjelaskan, siapa pun yang melakukan tindakan kriminal akan diusut tuntas, baik dilakukan anggota GMBI atau FPI. Termasuk, aksi perusakan dan pembakaran markas GMBI di Bogor, Tasikmalaya dan Ciamis, polisi akan memburu pelakunya.
"Yang anarkis siapa? Justru mereka yang sudah membakar rumah dan membakar lainnya. Di mana pertanggungjawabannya, siap pemimpin utamanya? Saya minta pertanggungjawabannya dan saya usut sampai kemanapun," papar Kapolda.
Mengenai petisi di media sosial yang menuntut pecopotan dirinya sebagai Kapolda Jawa Barat, Anton juga tidak mempermasalahkan hal itu.
"Saya diusulkan dicopot tidak masalah. Saya ke sini bukan mencari jabatan, tapi saya ke sini untuk membuat masyarakat Jawa Barat aman. Siapa pun yang ingin membuat rusuh di sini berhadapan dengan Kepolisian dan alat negara. Saya sebagai Kapolda yang membawahi alat negara di sini, negara tidak akan takut kepada siapapun, kami akan hadapi," tutupnya.(Rimanews)

Komentar

Selamat pagi...